501 Titik Jadi Target, 180 Titik Sudah Diperbaiki: BPJN Sulut Kebut Program “Sapu Lubang” Jelang Mudik Lebaran
Minut – Fajarjejakkasus.com
Menjelang arus mudik Idulfitri yang tinggal menghitung hari, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I Sulawesi Utara bergerak cepat menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan nasional, khususnya lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Wilayah I, Ir. Ringgo Radetyo, ST, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, menegaskan bahwa banyaknya laporan dari masyarakat justru menjadi pemicu bagi jajaran BPJN untuk bekerja lebih cepat dan maksimal di lapangan.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Senin (9/3/2026), Ringgo mengakui bahwa masih terdapat sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan berupa lubang. Namun, seluruh titik tersebut telah masuk dalam program prioritas penanganan cepat yang diberi nama “Sapu Lubang”.
Program ini merupakan langkah responsif BPJN untuk memastikan jalan berlubang segera diperbaiki sebelum puncak arus mudik Lebaran tiba, sehingga keselamatan para pengendara tetap terjaga.
“Ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat sudah kami petakan dan masuk dalam program penanganan cepat. Kami ingin memastikan jalan nasional aman dilalui pemudik,” ujar Ringgo.
BPJN Wilayah I sendiri memasang target ketat dalam proses perbaikan ini. Seluruh pekerjaan penambalan lubang di jalan nasional yang menjadi kewenangannya ditargetkan selesai H-5 Idulfitri.
Penetapan target tersebut bukan tanpa alasan. BPJN ingin memberikan waktu bagi material aspal yang digunakan untuk benar-benar memadat secara sempurna sebelum dilintasi ribuan kendaraan pemudik. Dengan demikian, kualitas perbaikan diharapkan lebih kuat dan tahan lama.
Dalam pelaksanaannya, metode “Sapu Lubang” dilakukan dengan sistem kerja simultan. Tim lapangan dikerahkan ke berbagai titik secara bersamaan agar proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Menariknya, pengerjaan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Untuk menghindari kemacetan serta mengurangi gangguan terhadap pengguna jalan, sebagian pekerjaan juga dilaksanakan pada malam hari.
Selain itu, BPJN Wilayah I menegaskan bahwa faktor keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama selama proses perbaikan berlangsung.
Petugas di lapangan dilengkapi dengan rambu-rambu sementara, lampu peringatan, hingga pengatur lalu lintas guna memastikan area pekerjaan tetap aman bagi para pengendara yang melintas.
“Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas kami. Oleh karena itu kami memasang rambu-rambu dan pengamanan di setiap titik pekerjaan,” jelasnya.
Tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, BPJN juga secara aktif melakukan patroli jalan. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini munculnya lubang-lubang baru yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Dengan kombinasi antara laporan masyarakat dan hasil patroli tim lapangan, BPJN berharap tidak ada kerusakan jalan yang luput dari penanganan.
Saat ini, dari total 501 titik jalan berlubang yang menjadi target perbaikan, BPJN Wilayah I telah berhasil menyelesaikan 180 titik.
“Dengan progres yang terus kami kejar, kami optimistis target H-5 bisa tercapai. Dari total 501 titik yang menjadi target, saat ini sudah 180 titik yang selesai kami perbaiki,” ungkap Ringgo.
BPJN Wilayah I berharap program “Sapu Lubang” dapat rampung tepat waktu sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melalui jalur nasional di Sulawesi Utara dapat merasakan kondisi jalan yang lebih aman, nyaman, dan layak dilalui.
Komitmen BPJN, setiap keluhan masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi sekaligus energi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur jalan bagi masyarakat.
Redaksi
