Dugaan Aktivitas Solar Subsidi “Ci Wanti” Kembali Mencuat, Mobil DB 1699 N Bawa 2.000 Liter ke Arah Ratatotok
MINAHASA —fajarjejakkasus.com
Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali menjadi sorotan. Seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan Ci Wanti disebut-sebut masih menjalankan aktivitas pengangkutan solar subsidi, meski sebelumnya telah dilakukan penertiban.
Temuan tim media di lapangan kembali memunculkan pertanyaan: siapa yang berada di belakang aktivitas tersebut dan bagaimana solar subsidi dalam jumlah besar bisa terus diperoleh?
Dalam pemantauan, tim media menemukan sebuah mobil Isuzu Traga berwarna putih dengan nomor polisi DB 1699 N melaju menuju arah Ratatotok. Berdasarkan pengakuan sopir kepada tim media, kendaraan tersebut disebut milik Ci Wanti dan membawa muatan solar subsidi sekitar 2.000 liter.
Selain kendaraan tersebut, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan masih terdapat satu kendaraan lainnya yang diduga melakukan aktivitas pengangkutan serupa.
Yang menjadi perhatian, dugaan aktivitas tersebut disebut berlangsung pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 WITA. Pola aktivitas pada jam tersebut perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan dari pihak berwenang, terutama apabila berkaitan dengan penyaluran BBM bersubsidi.
Pertamina Diminta Periksa SPBU Tanawangko
Atas temuan tersebut, tim media meminta Pertamina segera melakukan pemeriksaan terhadap SPBU Tanawangko, khususnya terkait aktivitas penyaluran solar pada tengah malam hingga dini hari.
Pemeriksaan dapat diarahkan pada data transaksi, rekaman CCTV, kendaraan yang melakukan pengisian, volume pembelian, serta kesesuaian penyaluran dengan ketentuan BBM bersubsidi.
Jika memang ditemukan pembelian solar subsidi dalam jumlah tidak wajar, pihak terkait perlu menelusuri rantai distribusinya, mulai dari SPBU hingga kendaraan pengangkut dan tujuan akhir BBM tersebut.
Aparat penegak hukum juga diharapkan tidak hanya melakukan penertiban di lapangan, tetapi mengusut secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.
Sementara itu, terkait penyebutan nama Ci Wanti, seluruh informasi tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan temuan dan keterangan di lapangan. Konfirmasi dari Ci Wanti, pengelola SPBU Tanawangko, Pertamina, maupun aparat terkait tetap diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
