Pengemudi Keluhkan Penyaluran Solar Subsidi di SPBU Ratahan, Minta Ada Pemeriksaan
RATAHAN — Fajarjejakkasus.com
Sejumlah pengemudi kendaraan dan truk yang tengah mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Ratahan dikabarkan terlibat cekcok dengan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyaluran BBM bersubsidi.
Informasi tersebut dikutip dari unggahan Facebook Lembe Kawanua Official. Dalam unggahan itu disebutkan, para pengemudi mengaku sudah tiga hari berturut-turut tidak mendapatkan pelayanan pengisian solar untuk kendaraan mereka.
Keluhan tersebut muncul meski, menurut para pengemudi, ketersediaan solar masih ada dan pompa SPBU tetap beroperasi.
Para pengemudi juga mempertanyakan keberadaan kendaraan tertentu yang disebut menggunakan tangki rakitan berkapasitas ratusan liter. Mereka menduga kapasitas tangki tersebut memungkinkan kendaraan mengisi BBM dalam jumlah besar.
Salah seorang pengemudi mengungkapkan kekecewaannya karena selama beberapa hari mereka tidak mendapatkan pelayanan pengisian.
“Selama tiga hari terus-menerus kami tidak menerima pelayanan seperti itu,” ujar pengemudi sebagaimana dikutip dalam unggahan tersebut.
Para pengemudi menilai kondisi tersebut tidak adil, terlebih selama ini masyarakat disebut harus mengikuti ketentuan yang berlaku dalam pembelian BBM bersubsidi. Mereka mempertanyakan penerapan aturan tersebut apabila terdapat kendaraan yang menggunakan tangki rakitan dengan kapasitas besar.
Dalam unggahan tersebut, para pengemudi juga meminta aparat kepolisian memeriksa kendaraan yang diduga menggunakan tangki rakitan tersebut untuk memastikan apakah penggunaannya sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
Selain itu, beredar pula informasi mengenai dugaan hubungan kekerabatan antara pihak tertentu dengan pemilik SPBU. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi dan belum dibuktikan oleh pihak berwenang.
Para pengemudi kemudian mendesak pihak terkait, termasuk Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas, untuk melakukan pemeriksaan atau audit terhadap mekanisme penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Mereka juga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses distribusi BBM bersubsidi.
Para pengemudi berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga penyaluran solar bersubsidi berlangsung secara transparan, tertib, dan sesuai aturan. Mereka juga mengingatkan agar persoalan distribusi BBM bersubsidi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih serius di tengah masyarakat.
Sumber: Facebook Lembe Kawanua Official.
Catatan: Berbagai dugaan dalam pemberitaan ini masih berupa keluhan dan informasi yang beredar di masyarakat. Konfirmasi dari pihak SPBU, Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, maupun aparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
******
